bertaubalah sebelum terlambat

Manusia adalah makhluk lemah. Tak kuasa untuk bersih dari dosa dan maksiat. Ditambah dengan godaan pasukan iblis yang berusaha selalu menyeretnya ke dunia hitam. Di saat yang sama, Allah membuka pintu taubat yang seluas-luasnya, agar mereka tidak putus asa dari rahmat Sang Pencipta. Tinggal satu yang perlu digugah: Kapan saatnya kita mau bertaubat?

Dari Pemuda untuk Kejayaan Peradaban

Kekuatan dan kapasitas pemuda dalam menuntut ilmu dijalan Alllah SWT

Belajar dari masa lalu

Kemarin adalah masa lalu yang bisa dijadikan pelajaran untuk menjalani hidup di masa sekarang demi meraih sebuah harapan di masa depan yang lebih baik dari masa lalu dan masa sekarang

Hargai waktu, Karena masa lalu tak dapat diubah

Menjadi apa anda di 5 tahun mendatang adalah cerminan sikap dan aktivitas yang anda lakukan sekarang itu tercemin dari bagaimana anda menggunakan waktu anda. Gunakan waktu dengan bijak karena waktu terus berjalan tanpa memihak kepada siapapun. Waktu sangatlah berharga dan terbatas dan sudah seharusnya di gunakan dengan sebaik-baiknya.

Ulul Albab (Generasi Muslim Cerdas Berkualitas)

Cerdas dalam kaca mata kita tentu ditujukan untuk mereka yang pandai mengurai dan memecahkan masalah dalam ilmu pengetahuan tertentu, atau mereka yang mampu menyelesaikan satu problem tertentu. Tapi kita tak pernah siap mendalami apa konsep manusia cerdas dengan kacamata wahyu, yaitu pandangan Alloh subhaanahu wata’ala .

Rabu, 11 Mei 2016

Kimia dalam Perspektif Islam

Semua ilmu dalam kehidupan ini berasal dari Allah SWT baik ilmu duniawi maupun ilmu akhirat. Namun hakikatnya semua itu selaras berdampingan dan saling menguatkan satu sama lain. Bukti dari semua ini kita bisa melihatnya seperti proses penciptaan manusia yang merupakan kajian ilmu biologi dapat diperkuat dengan ilmu kimia dan bahkan ayat Al-Qur’an yang mendukung itu semua, sehingga menjadi sebuah teori yang nyata dan kongkrit.
            Begitu pula dengan hujan yang menjadi topik pembahasan kali ini. Hujan sebenarnya dikaji dalam ilmu biologi dan ilmu geografi, namun tidak ada salahnya jika kita mengkaji dari segi ilmu lain, misalnya dalam ilmu kimia. Semua yang ada di alam ini mengandung unsur-unsur kimianya. Begitu pula dengan air hujan, yang mana Al-Qur’an menjelaskanya kaya akan manfaat bagi kehidupan kita.
1.      Apa dan Dari Mana Sih Air Hujan Itu?
Air hujan merupakan proses alam yaitu berawal dari uap air dipermukaan tanah yang naik ke langit kemudian membentuk awan. Awan yang bertumpuk-tumpuk karena terbawa oleh angin membawa butiran-butiran air. Butiran-butiran air itu mengalami gravitasi dan jatuh ke bumi. Ketika air jatuh ke bumi sebagian menguap dan uap tersebut kembali lagi ke atas dan air yang turun ke bumi disebut air hujan.
2.      Apa Saja Sih Kandungan Air Hujan Itu?
Air hujan yang berasal dari langit sering membuat kita bertanya-tanya, apa aman sih air hujan untuk dikonsumsi? Untuk menjawab pertanyaan ini, maka perlu adanya pengetahuan atas kandungan air hujan itu sendiri apakah bermanfaat atau sebaliknya justru berbahaya bagi tubuh kita.
Kandungan air hujan berasal dari reaksi zat-zat yang ada di atmosfer dengan butiran air yang melewatinya. Selain itu air ini juga bereaksi dengan gas yang terdapat di atmosfer.
Zat-zat yang ikut bercampur dengan air hujan berupa zat padat yang mudah larut dan gas. Air hujan akan bereaksi dengan kondisi atmosfer yang dilaluinya sehingga sangat berpotensi mengandung zat-zat seperti karbon ( silika dan fly ash / dalam bentuk abu ringan), asam nitrat, asam sulfat dan zat lainnya yang berasal dari industri atau gunung berapi. Mengapa bisa ada silika dan fly ash? Umumnya keduanya adalah debu yang mengikat molekul-molekul air sehingga terjadi hujan. Ingat, hujan berasal dari proses presipitasi, bukan pengembunan. Presipitasi adalah proses pengikatan banyak molekul-molekul di permukaan molekul lain sehingga terbentuk molekul yang dipusatnya terdapat molekul asing. Fenomena ini juga sudah dipelajari dan terjadi di dalam freezer kita (jika punya freezer).
Jika hujan terjadi di lingkungan yang bersih, massa pengotor itu terlampau sedikit, biasanya tidak berpengaruh pada lingkungan. Akan menjadi masalah jika pengotor tertentu (seperti senyawa asam), terdapat dalam jumlah besar. Silika tidak pernah berada dalam jumlah besar di hujan, namun fly ash masih mungkin.
Untuk mengetahui hal tersebut, kita bisa mengukur pH air hujan yang jatuh di daerah kita. Jika pHnya rendah, maka banyak senyawa asam yang terlibat. Dan saat ini akan sulit sekali mencari air hujan dengan pH tepat 7.0, di mana itu adalah pH air murni. Fly ash sulit dideteksi karena mudah larut.
Kandungan utama dari air hujan yaitu terdapat 99,9 % H2O sisanya dari kondisi atmosfer yang dilalui. Jadi kandungan air hujan berbeda-beda di satu tempat dengan tempat yang lain. Di daerah laut terbuka sampai daerah yang dekat dengan pantai misalnya, air hujan akan mengandung garam, CO2 dan bersifat asam. Air hujan di darat pun punya kandungan yang berbeda. Kandungan garamnya jauh lebih sedikit. Apalagi jika di kota-kota yang padat penduduknya, seperti Jakarta, banyak berasal dari sisa-sisa polusi udara
Jadi, kandungan air hujan itu tergantung dari kondisi geologi, jumlah penduduk, dan aktifitas yang dilakukan oleh manusia di daerah itu.
3.      Apa Saja Manfaat Air Hujan dari Segi Kimia dan Islam
            Sudah kita ketahui bahwa di dalam air hujan terdapat senyawa-senyawa kimia yang ternyata memberikan manfaat bagi tubuh kita. Buktinya apa? Hal ini bisa kita buktikan dengan cara menampungnya. Cobalah tampung air hujan, diamkan sebentar. Kemudian masukan ke dalam plastik bening. Setelah itu, masukan ke dalam freezer kulkas.  Beberapa jam setelah beku, lihatlah hasilnya? Subhanallah, ada banyak kristal-kristal indah di dalamnya. Mengapa? Ini menandakan air hujan adalah air yang sehat. Air yang bersih. Air yang layak untuk dikonsumsi. Air yang penuh berkah. Allah tidak memberikan sesuatu kepada makhluk ciptaan-Nya melainkan penuh dengan manfaat di dalamnya dan memberikan tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang berpikir.
Sudah tidak bisa disangkal lagi bahwa air hujan sangat bermanfaat dan membawa berkah bagi kehidupan kita dan seluruh alam ini. Sebagaimana hal ini sudah dinas di dalam Al-Qur’an :

“Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira sebelum kedatangan rahmatNya (hujan), dan Kami turunkan air dari langit yang amar bersih, agar Kami menghidupkan dengan air itu negeri (tanah) yang mati, dan agar Kami memberi minum dengan air itu sebagian besar dari makluk Kami, binatang-binatang ternak dan manusia yang banyak. Dan sesungguhnya Kami telah mempergilirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya); maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)”(QS. Al-Furqaan : 48-50). Dari dalil tersebut sudah jelas, bahwa air hujan yang turun dari langit adalah merupakan sumber kehidupan dari Allah SWT.

“Dan Kami turunkan dari langit, air hujan yang diberkahi (mubaarak)…” [QS. Qaaf : 9].
Jadi ketika hujan turun, berarti membawa rahmat bagi semua makhluk khususnya buat manusia. Dan hujan diturunkan oleh Sang Pencipta, Allah SWT dalam keadaan bersih. Bukan saja bersih, air hujan yang turun membawa berkah yang banyak buat manusia. Air hujan itu membawa rahmat, bersih dan diberkahi. Karena itulah maka tak heran, air hujan bisa menjadi obat.
"(Ingatlah), ketika Allah membuat kamu mengantuk untuk memberi ketentraman dari-NYA, dan Allah menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu dan menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu dan untuk menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu (teguh pendirian)" (QS. Al-Anfal : 11)
Hujan yang hari-hari belakangan ini kita rasakan nikmatnya dari Allah Ta’ala, dan menjadi pembicaraan banyak orang, mengandung banyak manfaat untuk makhluk-makhluk Allah Ta’ala yang bermukim di bumi ini.
Pertama, Al Quran menarik perhatian kita dengan pernyataan air hujan adalah tawar. Allah Ta’ala berfirman:

“Wahai manusia apa pendapat kalian tentang air yang kalian minum? Apakah kalian yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkannya? Sekiranya Kami jadikan air hujan tersa asin lagi pahit, adakah kalian mampu mengubahnya menjadi air tawar? Mengapa kalian tidak mau mensyukuri nikmat Allah?” (Surat Al Waqi’ah (56): 68-70).

”… Wahai manusia Kami telah memberikan air minum yang tawar kepada kalian.” (Surat al-Mursalat (77) : 27)

“Dialah Tuhan yang menurunkan hujan dari langit bagi kalian. Diantara air hujan itu ada yang menjadi minuman, ada yang menumbuhkan pepohonan, dan ada pula yang menumbuhkan rerumputan yang menjadi makanan bagi ternak kalian.” (Surat An-Nahl (16): 10)
Seperti telah kita ketahui, air hujan berasal dari penguapan air dan 97% merupakan penguapan air laut yang asin. Namun, air hujan adalah tawar. Air hujan bersifat tawar karena adanya hukum fisika yang telah ditetapkan Allah. Berdasarkan hukum ini, dari mana pun asalnya penguapan air ini, baik dari laut yang asin, dari danau yang mengandung mineral, atau dari dalam lumpur, air yang menguap tidak pernah mengandung bahan lain. Air hujan akan jatuh ke tanah dalam keadaan murni dan bersih, sesuai dengan ketentuan Allah “…Kami turunkan air hujan yang bersih dari langit.” (Surat al-Furqan(25): 48)

“Di antara bukti kekuasaan-Nya adalah kalian dapat  melihat bumi ditundukkan untuk kepentingan manusia. Apabila turun air hujan ke bumi, maka tanah menjadi subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang segar. Tuhan Yang yang menyuburkan bumi yang gersang itulah Tuhan yang kelak menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati. Sungguh Allah Mahakuasa berbuat apa saja.” (Surat Fushilat (41) : 39)
Kedua, Allah Ta’ala menurunkan hujan, lewat hujan itulah Allah memberi kehidupan bagi tanah yang mati. Di dalam Al Quran banyak ayat yang menyeru kepada kita agar memperhatikan bahwa hujan berguna untuk menghidupkan negeri (tanah) yang mati.
“…Kami turunkan air hujan yang bersih dari langit. Dengan air hujan itu Kami suburkan tanah-tanah yang tadinya tandus. Dengan air hujan itu kami beri minum makhluk-makhluk Kami hewan  ternak dan segenap manusia.” (Surat al-Furqan(25) : 48-49)
Selain tanah diberi air, yang merupakan kebutuhan mutlak bagi makhluk hidup, hujan juga berfungsi sebagai penyubur. Tetesan hujan, yang mencapai awan setelah sebelumnya menguap dari laut, mengandung zat-zat tertentu yang bisa memberi kesuburan pada tanah yang mati. Tetesan tegangan permukaan terbentuk di bagian atas permukaan laut, yang disebut lapisan mikro oleh ahli biologi. Pada lapisan yang lebih tipis dari 1/10 mm ini, terdapat sisa senyawa organik dari polusi yang disebabkan oleh ganggang mikroskopis dan zooplankton. Dalam sisa senyawa organik ini terkandung beberapa unsur yang sangat jarang ditemukan pada air laut seperti fosfor, magnesium, kalium, dan beberapa logam berat seperti tembaga, seng, kobal, dan timah. Tetesan berisi “pupuk” ini naik ke langit dengan bantuan angin dan setelah beberapa waktu akan jatuh ke bumi sebagai tetesan hujan. Dari air hujan inilah, benih dan tumbuhan di bumi memperoleh berbagai garam logam dan unsur-unsur lain yang penting bagi pertumbuhan mereka. Seperti yang tertera dalam ayat:
“Kami turunkan air hujan yang berbarakah, banyak manfaatnya dari langit kemudian dengan air hujan itu Kami tumbuhkan kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen.” (QS. Qaf (50): 9)
Garam-garam mineral yang turun bersama hujan merupakan contoh dari pupuk konvensional (kalsium, magnesium, kalium, dan lain-lain) yang digunakan untuk meningkatkan kesuburan. Sementara itu, logam berat, yang terdapat dalam tipe aerosol ini, adalah unsur-unsur lain yang meningkatkan kesuburan pada masa perkembangan dan produksi tanaman.
Air hujan adalah sumber air yang sangat dibutuhkan oleh kehidupan di alam semesta ini. Kita sudah mengetahui iar hujan dapat bermanfaat bagi tubuh kita manusia. Namun tidak hanya itu, iar hujan pun dapat bermanfaat bagi keadaan alam yang lain. Apa saja manfaatnya?
1.      Manfaat air hujan untuk pertanian
Air hujan sangat dibutuhkan oleh setiap tanaman, kekurangan air hujan tanaman tidak dapat tumbuh dan produktif. Sehingga dapat menghambat aktivitas pertanian karena tidak dapat meningkatkan hasil panen. Atau bahkan daerah pertanian tadah hujan, mereka hanya bisa bercocok tanam ketika musim hujan datang, sebab pengairan pada lahan tadah hujan tersebut hanya mengandalkan air hujan saja.
2.      Manfaat air hujan untuk perikanan
Ikan air tawar adalah salah satu makanan yang penting bagi manusia sebagai pendamping makanan pokok seperti nasi. Nah, tanpa adanya air hujan maka tambak-tambak akan kering dan otomatis tidak bisa menaruh benih ikan. Tambak-tambak air tawar ini menerima pasokan air terbesar berasal dari air hujan sebanyak 80%.
3.      Manfaat Air hujan sebagai sumber energi pembangkit listrik
Walaupun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) menggunakan air dari danau buatan, laut, sungai tetapi pemasok air terbesar itu adalah tetap air hujan. Sehingga air hujan sangat diperlukan untuk pembangkit listrik tenaga air.
4.      Manfaat air hujan untuk melestarikan lingkungan hidup
Lingkungan alam terdiri dari dataran, lautan dan juga pegunungan, nah untuk dapat melestarikan alam tersebut sangat membutuhkan air hujan. Seperti semua tumbuhan di bumi membutuhkan air hujan sehingga dapat tumbuh dengan baik sehingga dapat membantu tanah melakukan penyerapan air hujan lebih maksimal, jika pohon-pohon dapat tumbuh dengan subur dan penyerapan tanah juga baik maka akan memperkecil resiko terjadinya longsor.
5.      Manfaat air hujan hujan untuk menghidari erosi tanah
Konstruksi tanah sangat membutuhkan serapan air hujan yang maksimal agar tanah menjadi kuat dan tidak mudah terjadi erosi. Penyerapan air hujan dapat maksimal apabila ada bantuan pepohonan.
6.      Manfaat air hujan untuk kecantikan
Air hujan yang sudah turun lama akan mengandung zat-zat yang baik bagi kesehatan rambut kita seperti beragam mineral, kandungan garam dan ph netral yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan akar rambut dan tidak mudah rontoh.
7.      Manfaat air hujan membersihkan udara
Air hujan yang turun pertama kali di musim penghujan biasanya mengandung banyak kotoran dan polusi. Tetapi air hujan yang sudah sering turun dapat membantu manusia untuk menghirup udara segar setelah hujan turun.
            Itulah segelintir dari manfaat iar hujan bagi kehidupan ini. Jika kita mau meneliti lebih dalam lagi, tentu saja bukan hanya ini yang dapat kita rasakan manfaatnya, melainkan jauh lebih banyak lagi yang dapat kita ambil. Allah Maha Besar atas segala karunia-Nya yang telah Dia berikan kepada kita, makhluk ciptaan-Nya. Tentu bukan hanya air hujan saja yang penuh akan manfaat, namun semua ciptaan Allah pasti mengandung manfaat di dalamnya, jika kita mau untuk berpikir dan melakukan berbagai penelitian. Sudah sepatutnya kita sebagai hamba-Nya untuk selalu bersyukur atas segala karunia yang Dia berikan kepada kita. Wallahu ‘alam ^_^
Sumber :
02 april 2015 11:05

Selasa, 10 Mei 2016

Fisika dalam Perspektif Islam

Al-qur’an adalah wahyu yang diturunkan Allah melalui perantara malaikat Jibril  kepada nabi Muhammad SAW. Di dalam al-qur’an terdapat petunjuk bagi kehidupan umat manusia. Al-Quran merupakan sumber ilmu pengetahuan yang didalamnya terdapat ayat-ayat yang mengisyaratkan tentang perintah dan manfaat  terhadap pengembangan ilmu dan teknologi. Dalam hal ini manusia dituntut untuk mempelajari, merenungkan, memikirkan, menelaah, dan menghayati ayat-ayat Allah yang tersirat dan tersurat  dalam Al-Quran. Di dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat Allah SWT yang menjelaskan objek kajian ilmu, yaitu alam, manusia, dan kitab suci. Alam sebagai objek kajian ilmu selanjutnya melahirkan disiplin ilmu kimia, fisika, matematika, biologi, antropologi fisik, astronomi, kedokteran, farmasi, dan lain-lain.

Di sekolah kita sudah tidak asing lagi dengan ilmu fisika. Dimana ilmu tersebut merupakan ilmu yang mempelajari gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Ternyata dari sekian banyak ayat dalam al-qur’an selain ayat-ayat yang menerangkan tentang agama, akhlaq, dan lain sebagainya juga terdapat ayat-ayat yang mengajarkan kita tentang ilmu fisika atau bisa kita sebut sebagai ayat fisika. Berikut ini beberapa ayat yang menjelaskan tentang ilmu fisika:

Gas Nebula

            Tata surya dan bintang-bintang dulunya adalah gas nebula yang terpilin dan berotasi dan akhirnya terjadilah alam yang sekarang ini. James Hanz berkata Sebenarnya materi alam semesta berasal dari gas dijelaskan dalam QS. Al-Fushilat: 11
“Kemudian Dia Menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia Berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa.” Keduanya menjawab, “Kami datang dengan patuh”.”

Space Shuttle

Space Shuttle adalah pesawat luar angkasa milik Amerika Serikat yang digunakan dalam misi penerbangan luar angkasa berawak. Space shuttle disebut juga pesawat ulang-alik.

Bila pesawat terbang bisa mengunakan angin untuk terbang tetapi bila pesawat luar angkasa harus menggunakan pendorong roket untuk memberi gaya tolak di luar angkasa karena di sana hampa udara. Maka dalam Al Qur’an pun diketahui bahwa manusia akan mampu menembus angkasa dan ke luar angkasa. Al Qur’an juga meramalkan kemampuan manusia menembus bumi (dasar laut goa dst)

Q.S Ar-Rohman: 33
“Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).”
Q.S Saba: 2
            “Dia Mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dia-lah Yang Maha Penyayang, Maha Pengampun.”

Relatifitas Waktu.

            Teori Relativitas Einstein ada dua macam yaitu teori relativitas khusus dan teori relativitas umum. Berdasarkan teori relativitas khusus menunjukan bahwa kecepatan membuat waktu bersifat relative. Bila suatu benda bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya maka waktu akan mengalami pemoloran atau melambatnya waktu, fenomena ini disebut dengan delatasi waktu, sedangkan teori relativitas umum mempostulatkan bahwa gravitasi membuat waktu menjadi relative. Waktu akan berjalan lebih lambat di daerah yang gravitasinya lebih besar. Inti dari kedua teori ini adalah waktu yang bersifat relatif.

            Seperti dalam ayat al-qur’an yang menjelaskan waktu disisi Allah berbeda dengan waktu disisi manusia. Seperti pada ayat berikut ini:

Q.S Al-Ma’arij: 4
 “Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.Para malaikat dan Jibril jika menghadap Tuhan memakan waktu satu hari. Apabila dilakukan oleh manusia, memakan waktu lima puluh ribu tahun.“
Q.S Al Hajj: 47
            “Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhan-mu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”
Q.S An-Najam: 57-58
            “Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat(57) Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah(58).”
Jadi jika dalam Quran, Alloh mengatakan kiamat sudah dekat. Maka kedekatan itu adalah relatif. Nabi hidup 1500 tahun yang lalu, adalah waktu yang pendek untuk ukuran usia alam semesta. Dalam ilmu fisika para ahli mengukur usia alam semesta adalah 12 milliar tahun. Jadi Yaum dalam bahasa arab bukan hanya berati hari tetapi juga jaman atau masa. Yang kadarnya berubah-ubah tergantung siapa yang merasakannya. Seperti kecepatan malaikat memang berbeda satu sama lain. Dalam Qur’an kecepatan dikiaskan dengan sayap.

Q.S Fathir: 1
“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, yang Menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah Menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia Kehendaki. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” 
            Dan masih banyak lagi teori-teori fisika yang ada dalam ayat-ayat al-qur’an. Seperti teori tentang teori terciptanya alam semesta, rotasi dan revolusi benda-benda yang ada di luar angkasa, perubahan musim, keadaan bumi dan alam semesta, garis edar benda-benda langit dan lain sebagainya.

Senin, 09 Mei 2016

Biologi dalam Perspektif Islam

Fungsi Otak Manusia
Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka[1].
Mengapa Al-Qur'an menjelaskan tentang bagian depan kepala sebagai dusta dan dosa? Adakah hubungan antara bagian depan kepalan dengan dusta dan dosa? Pada bagian depan kepala kita terdapat prefrontal area pada cerebru[2]. Menurut para Fisiologi[3], dalam sebuah buku yang berjudul Essentials of Anatomy dan Physiology menjelaskan mengenai fungsi area ini; Motivasi dan wawasan untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi pada anterior pada Frontal lobes, yakni prefrontal area. Inilah daerah cortex asosiasi, buku tersebut juga menjelaskan, dalam kaitannya dengan kegiatan dalam motivasi, prefrontal area juga diperkirakan sebagai fungsional agresi.

Dengan demikian, area cerebrum ini bertanggung jawab atas kegiatan perencanaan, motivasi dan memulai perbuatan baik dan berdosa, dan juga bertanggung jawab dalam menceritakan kebohongan dan berbicara benar[4]. Dapat dipahami bahwa bagian depan kepala sebagai dusta dan dosa ketika seseorang melakukan dosa, sebagaimana yang dinyatakan didalam Al-Qur'an, "(yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka." Para ilmuwan baru menemukan fungsi-fungsi prefrontal area pada abad modren. Sedangkan Al-Qur'an 14 abad yang lalu telah memberitakannya.

Emrio Manusia

Dan Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta yang paling baik[5].

Surah Al-Mu'minuun ayat 12-14 di atas menjelaskan bagaimana proses atau tahap-tahap pertumbuhan embrio manusia, dan tahapan embrio manusia yang digambarkan oleh ayat di atas sangat sesuai dengan embriologi modern. Ahli embriologi terkemukan Prof. Keith L. Moore[6], dalam bukunya mengenai embriologi modern dan dalam sebuah presentasinya di Toronto, mengenai embrio manusia. Penjelasannya itu sedikit menimbulkan kegemparan di kanada, ia menyebutkan bahwa beberapa tahap embrionik pada manusia sebagaimana yang dijelaskan dalam Al-Qur'an. Apa yang dia kemukkan itu dimuat di halaman depan, dibeberapa surat kabar, Kanada.

Setelah persentasinya Prof. Keith L. Moore, ditanya oleh seorang reporter, " Bagaimanakah anda menjelaskan informasi dalam Al-Qur'an ini?" Prof. Kieth L. Moore menjawab, "Itu semua hanya dapat dijelaskan oleh wahyu Illahi[7]."

Jenis Kelamin

Dan bahwasanya dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. Dari air mani, apabila dipancarkan[8].
Fakta bahwa spermalah yang menentukan jenis kelamin anak baru-baru ini saja diketahui melalui ilmu pengetahuan modern seperti genitika dan biologi molukuler. Implikasi dalam Al-Qur'an mengenai penentuan jenis sangat menakjubkan, karena ia menunjukkan bahwa air manilah yang menentukan jenis kelamin anak. Dua dari empat puluh enam Kromosom yang menentukan jenis kelamin anak[9].

Kromosom pria dilambangkan sebagai XY dan wanita XX. Sewaktu ovulasi kromosom wanita terbelah, masing-masing menjadi satu kromosom X. Dipihak lain, sebagian sperma membawa kromosom X, sedangkan sebagian lainnya membawa kromosom Y. Jika kromosom X sperma bergabung dengan kromosom X sel telur, maka jenis kelamin anak yang lahir adalah wanita, dan jika yang bergabung adalah kromosom Y pria dan kromosom X wanita, maka jenis kelamin keterunan mereka adalah laki-laki[10].

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita. Informasi ini, yang telah disiratkan Al-Qur'an lebih dari 1400 tahun lalu, dan diketahui baru-baru ini. Selama berabad-abad, wanita disalahkan kerena dianggap penentu jenis kelamin anak yang dilahirkannya. Penemuan ilmu pengetahuan modern telah menjelaskan dan membenarkan kejadian menakjubkan ini (Al-Qur'an), sembari mematahkan keyakinan yang menimpakan kesalahan pada wanita.

Manfaat Air Susu Ibu (ASI)

Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya Telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, Hanya kepada-Kulah kembalimu[11].
Air susu ibu merupakan makanan sempurna yang mengadung berbagai zat makanan yang sangat diperlukan oleh bayi, sehingga metabolisme tubuhnya bisa berjalan lancar dan perkembangan badannya berlangsung dengan baik[12]. Susu buatan yang tersebar di berbagai tokoh, para ilmuwan berdasarkan penelitian yang mereka lakukan menegaskan, bahwa susu buatan mustahil dapat mengantikan fungsi susu murni (ASI)[13]. Susu buatan juga tidak aman dan memiliki kemungkinan untuk mengandung bahan-bahan yang dapat mengakibatkan kerusakan sel tubuh[14].

Berdasarkan beberapa penelitian, menyimpulkan bahwa pemberian murni (ASI) kepada bayi, merupakan dasar bagi perkembangan bayi, sehingga mereka dapat tumbuh secara alami. Adapun masa ideal untk menyusui mereka adalah dua tahun atau kurang sedikit, dimana masa menyusui ini, tidak boleh dipercepat atau dikurangi, karena bisa menggangu pertumbuhan sel[15].

Al-Qur'an telah menyebutkan masa ideal bagi penyusuan bayi "Dan menyapihnya dalam dua tahun" (Luqman: 14). Pernyataan Al-Qur'an ini sangat sesuai dengan penelitian modern yang dilakukan oleh para ilmuwan.

Sidik Jari

Apakah manusia mengira, bahwa kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?Bukan demikian, Sebenarnya kami Kuasa menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna[16].
Sidik jari tidak banyak arti untuk manusia sebelum seseorang berkebangsaan inggris bernama Genn Ginsen (1856), menemukan bahwa pola garis di ujung jari manusia adalah sesuatu yang unik bagi individu[17]. Pada tahun 1880[18], sidik jari dijadikan metode ilmiah untuk melakukan identitas setelah diadaakannya penelitian oleh Sir Francis Golt, tak seorang pun di dunia ini yang memiliki pola sidik jari yang sama, bahkan pada kembar identik. Kartu identitas ini tidak dapat dipalsukan.

Terungkapnya fakta bahwa pola garis diujung jari adalah semacam kartu identitas membantu polisi untuk menemukan pelaku kejahatan[19]. Pada saat Al-Qur'an diturunkan 1400 tahun lalu, tidak seorang pun yang menganggap istimewa ujung jari (sidik jari), tetapi Allah lah yang menekankan pentingnya sidik jari tersebut dalam surah Luqman ayat 14.

FootNote:

[1].Al-Alaq: 15-16
[2]. MD. Anisur Rahman, op. cit., h. 177.
[3].Lihat, Ibid., h. 177-178
[4].Ibid
[5].Al-Mu'minuun ayat 12-14
[6]. MD. Anisur Rahman, op. cit., h. 221-222.
[7].Ibid., h 123.
[8].Al- Najm ayat 45-46
[9]. Caner Taslaman, op. cit., h.195.
[10].Ibid., h. 195-196
[11].Luqman ayat 14
[12]. Dr. Abdul Basith Al-Jamal dan Dr. Daliya Shiddiq Al-Jamal, op. cit., h. 107.
[13].Ibid
[14].Ibid
[15].lihat, Ibid., h. 109.
[16].Al-Qiyaamah ayat 3-4
[17]. Caner Taslaman, op. cit., h. 210.
[18].Lihat, MD. Anisur Rahman, op. cit., h. 226.
[19]. Caner Taslaman, loc. cit.

Minggu, 01 Mei 2016

Bukan Hanya Manusia,Beberapa hewan ini juga berpuasa

     Hewan ternyata juga melakukan puasa. Yup, ternyata puasa bukan hanya monopoli pekerjaan manusia saja, beberapa hewan pun melakukan ritual puasa. Sejumlah hewan melakukan praktik puasa secara berkala tentunya dengan sebab dan tujuan yang berbeda dengan puasa yang dilakukan manusia.

      Hewan-hewan yang ikut melakukan praktek puasa layaknya manusia itu antara lain ayam betina, ular, kukang, dan ulat. Ada baiknya kita simak satu persatu puasa yang dilakukan para binatang ini. Mungkin bisa menjadi bahan renungan dan kita petik pelajaran dari perilaku puasa para hewan ini.
Puasa Unta. Hewan unta mampu melakukan puasa tanpa makan dan minum hingga berhari-hari. Sehingga unta mampu berjalan beratus-ratus kilometer di daerah padang pasir tanpa makanan dan minuman. Hal yang sama juga dilakukan oleh beberapa jenisberuang yang mampu berpuasa selama musim dingin. Kondisi alam yang ekstrimlah yang kemudian memaksa unta dan beruang untuk berpuasa.
Puasa Kukang. Kukang atau malu-malu yang merupakan anggota genus Nycticebus, merupakan hewan pemalas. Saking malasnya, aktifitas keseharian kukang hanya diisi dengan tidur dengan cara bergelung atau menggantung di pohon. Setelah lapar, barulah kukang bangun mencari makan. Setelah makan, kukang akan tidur (puasa) lagi. Bisa dikatakan, puasa yang dilakukan kukang lebih disebabkan oleh sifatnya yang pemalas.
Puasa Ular. Ular melakukan praktik puasa secara berkala. Hewan melata ini dalam waktu tertentu akan melakukan puasa setelah terlebih dahulu mempersiapkan cadangan makanan di perutnya. Puasa yang dilakukan ular bertujuan untuk meningkatkan suhu badan hingga beberapa derajat di atas normal guna melakukan pergantian kulit baru. Hal yang sama juga dilakukan oleh biawak. Jadi tujuan puasa yang dilakukan ular adalah untuk melakukan pergantian kulit.
Puasa Ayam Betina. Ayam betina melakukan praktik puasa setiap kali mengerami telurnya. Dengan berpuasa suhu badan ayam (Gallus sp.) akan meningkat sehingga telur yang dierami dapat menetas menjadi anak-anak ayam.
Ayam betina berpuasa selama mengerami telur
Ayam betina berpuasa selama mengerami telur
Puasa Ulat dan Kupu-kupu. Ulat adalah hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Salah satu fase dalam metamorfosis ulat adalah menjadi kepompong (pupa atau chrysalis). Selama menjadi kepompong inilah sang ulat berpuasa agar tubuh ulat dapat dihancurkan dan menyisakan beberapa sel saja yang kemudian tumbuh menjadi kupu-kupu. Proses ini juga terjadi pada beberapa serangga lain. Dengan ritual puasa sang ulat yang menjijikkan dan perusak tanaman berubah menjadi kupu-kupu yang anggun dan bermanfaat bagi penyerbukan bunga.
Bagaimana Dengan Puasa Kita, Manusia?. Nah, itu yang menjadi pertanyaan. Apakah puasa yang kita lakukan seperti unta yang melakukan puasa lantaran terpaksa oleh keadaan. Ataukah seperti puasa kukang yang menggunakannya sebagai ajang bermalas-malasan.
Ataukah kita berpuasa seperti ular yang sekedar ingin mempercantik dan memperindah kulit (tubuh) saja, atau seperti ayam betina yang berpuasa untuk merubah telur menjadi anaknya sedangkan dirinya tetap menjadi ayam seperti sedia kala.
Atau puasa yang kita lakukan seperti puasa yang dilakukan oleh ulat. Berpuasa untuk merubah diri dari ulat yang buruk rupa dan perangai menjadi kupu-kupu yang cantik tubuh dan tingkah laku.
Tentunya pertanyaan itu tidak bisa kita tanyakan pada unta, beruang, kukang, ular, ayam ataupun ulat dan kupu-kupu. Karena jawabannya telah ada di dalam lubuk hati kita masing-masing.
Oleh akrena itu, tidakkah kita menginginkan ibadah Ramadhan kita ( khususnya puasa) berhasil mengubah pribadi kita? tidak malukah kita jika selepas Ramadhan alih-alih peningkatan amal, justru kemerosotan ibadah kembali kita ulangi? Maka, tidak ada pilihan lain bagi kita, selain memanfaatkan dengan sungguh-sungguh momen Ramadhan yang sebentar lagi akan datang. Baik secara kualitas maupun kuantitas. kobarkan semangat optimal untuk beramal dan beribadah di bulan suci. Tidak ada jaminan tahun depan Ramadhan bisa kita temui lagi. Semoga ridho Allah selalu menyertai. Amiin.

Ayat Al Quran Tentang Pelestarian Satwa dan Keseimbangan Ekosistem

Al Quran ternyata telah memuat berbagai ayat tentang pentingnya pelestarian satwa (hewan) dan menjaga keseimbangan ekosistem di bumi. Ayat-ayat yang memuat firman Allah SWT tersebut menegaskan peran penting manusia, sebagai khalifah di bumi, untuk turut serta menyelamatkan dan melestarikan satwa-satwa (termasuk satwa langka) agar tidak punah.
Dalam beberapa ayat tersebut, jelas menunjukkan pentingnya melakukan perlindungan dan pelestarian terhadap hewan, baik hewan peliharaan ataupun hewan liar (satwa liar). Pun dalam menjaga keseimbangan ekosistem di bumi. Beberapa ayat Al Quran tersebut diantaranya adalah sebagai mana di bawah ini.

Firman Allah SWT dalam Al Quran yang memuat perintah kepada manusia untuk selalu berbuat kebajikan (ihsan) antarsesama makhluk hidup, termasuk terhadap hewan, antara lain :

Dalam Al Quran Surat Al-An’am [6], ayat 38, Allah berfirman :
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الأرْضِ وَلا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Artinya : Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.
Dalam Al Quran Surat Al-Qashash [28], ayat 77, Allah berfirman :
وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Firman Allah SWT dalam Al Quran yang menyebutkan Allah telah menjadikan dan menundukkan ciptaan-Nya untuk kepentingan manusia, antara lain:
Dalam Al Quran Surat Lukman [31], ayat 20, Allah SWT berfirman :
أَلَمْ تَرَوْا أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأرْضِ وَأَسْبَغَ عَلَيْكُمْ نِعَمَهُ ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُجَادِلُ فِي اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَلا هُدًى وَلا كِتَابٍ مُنِيرٍ
Artinya : Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan.
Dalam Al Quran Surat Al Baqarah [2], ayat 29, Allah SWT berfirman :
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
Artinya : Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.
Firman Allah SWT dalam Al Quran yang menyatakan tugas manusia sebagai khalifah di bumi untuk memakmurkan dan menjaga keseimbangan ekosistem, antara lain :
Dalam Al Quran Surat Al Baqarah [2], ayat 30, Allah SWT berfirman :
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ
Artinya : Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Firman Allah SWT dalam Al Quran yang menegaskan seluruh makhluk yang diciptakan oleh Allah (termasuk satwa) tidak ada yang sia-sia dan memiliki manfaat, antara lain :
Dalam Al Quran Surat Ali Imran [3], ayat 191, Allah SWT berfirman :
الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya : (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.
Firman Allah SWT dalam Al Quran Al Karim yang melarang manusia untuk berbuat kerusakan di bumi, termasuk di dalamnya terhadap satwa langka, antara lain :
Dalam Al Quran Surat Al A’raf [7], ayat 56, Allah SWT berfirman :
وَلا تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ بَعْدَ إِصْلاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا إِنَّ رَحْمَةَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ
Artinya : Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah Amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Itulah beberapa ayat dalam Al Quran yang memuat tentang perlindungan  dan pelestarian hewan (satwa) termasuk dalam melestarikan ekosistem di bumi. Semoga mampu menyadarkan kita, utama muslim Indonesia, untuk senantiasa mencintai dan melestarikan lingkungan hidup beserta satwa dan ekosistemnya. Amin.


Sabtu, 16 April 2016

Manfaat Bersedekah

Manfaat memeluk agama islam banyak mengenal konsep sosial yang memerintahkan umatnya untuk saling tolong-tolong menolong antar manusia dalam kebaikan. Konsep zakat, qurban, dan salah satunya adalah ibadah sedekah, yang selain mempererat hubungan dengan Tuhan namun juga dengan sesama Manusia.
Perintah sedekah ini terdapat pada firman Allah dalam Alqur’an, surat An Nissa ayat 114:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali dari bisikan-bisikan orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat kebaikan atau mengadakan perdamaian diantara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kami akan memberinya pahala yang besar”.
Sedekah bukan hanya soal memberikan sebagian harta bagi yang membutuhkan, namun manfaat sedekah lebih luas akan dirasakan pada orang yang melakukannya seperti berikut :
1. Memperkuat keimanan
Ibadah adalah sarana yang berarti suatu pengabdian yang dilakukan seorang hamba kepada Tuhannya. Bersedekah di dalam agama adalah sebagai salah satu perintah bagi umat muslim. Bersedekah dengan niat demi ibadah karena Allah, maka akan memupuk rasa keimanan kita terhadap Allah. Hal ini sepertimanfaat qurban yang mengajarkan berbagi kebahagiaan di hari idul Adha.
2. Meningkatkan rasa empati sosial
Konsep sedekah secara esensi adalah dengan memberikan apa yang kita punya baik imateriil mapun materiil untuk orang yang lebih membutuhkan. Perilaku bersedekah mensyaratkan adanya sesuatu yang bisa di berikan dan juga siapa yang diberi. Bagi orang yang memberi sedekah semata-mata untuk membantu meringankan beban orang yang dibantu akan melatih sikap empati kita terhadap orang lain.
Hal lain yang bisa dilakukan untuk memupuk rasa empati adalah dalam manfaat ilmu sosiologi dalam kahidupan.
3. Terhindar dari nilai materialisme
Khusus untuk bersedekah secara harta membuat kita harus berani mengurangi apa yang kita punya untuk kebaikan orang lain. Hal ini baik agar kita tidak menjadi orang yang gila harta yang tidak rela hartanya diberikan cuma-cuma untuk orang lain.
Sifat tersebut adalah tanaman nilai materialisme yang justru akan membuat kita hanya memikirkan kebahagiaan duniawi semata. Oleh karena itu perlu adanya kebiasaan yang menjaga kita terhindar dari nilai-nilai materialisme, dan dengan manfaat sedekah termasuk salah satunya.
4. Rasa syukur kepada Tuhan
Manfaat sedekah turut mengingatkan kita bahwa apa yang kita punya adalah kenikmatan yang tidak lepas dari izin tuhan. Hal ini sebagai bentuk rasa syukur maka perlu membagi kenikmatan yang kita punya kepada orang lain yang kurang beruntung.
Dalam islam rasa syukur ini juga terdapat dalam manfaat ayat kursi dalam ayat suci Alquran.
5. Melatih berpikir positif
Bagi orang yang bersedekah dengan ikhlas maka tidak akan ada kekhawatiran baginya. Manfaat berpikiran positif tentang sedekah ini, akan membuatnya berpikir bahwa apa yang telah dilakukannya tersebut justru akan memberikan manfaat jangka panjang. Sehingga secara bahasa jawanya, dia tidak akan merasa “eman” dan justru akan menganggap akan ada hal yang baik yang akan diterima dirinya ketika melakukan kebaikan dengan bersedekah.
6. Terhindar dari sifat kikir
Ini adalah salah satu sifat buruk yang perlu dihindari. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan dan juga makhluk sosial, tidak sepatutnya kita sombong dengan menganggap bahwa apa yang di dapat adalah karena usahanya semata.
Perlu di ketahui nasib kita, entah baik atau buruk pastilah terikat dengan campur tangan Tuhan dan sangat dimungkinkan ada campur tangan orang lain yang mempengaruhi. Oleh sebab itu dengan manfaat sedekah akan mengingatkan kita untuk tidak memiliki sifat kikir.
7. Meningkatkan kekebalan Tubuh
Menariknya, dengan bersedekah ada efek yang ditimbulkan terhadap kesehatan kita. Berbeda dengan manfaat buah-buahan atau sayuran yang biasa dikonsumsi, menurut penelitian yang dilakukan Prof. David M Clelland. Dia menemukan bahwa dengan melakukan sesuatu yang positif untuk orang lain seperti bersedekah akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
8. Semakin panjang umur
Manfaat ini tidak kalah menariknya, dengan bersedekah akan membuat kita lebih panjang umur. Hal itu diperkuat oleh pendapat Dr Stephen Post yang di dalam bukunya menyebutkan bahwa sifat dermawan cukup menyehatkan dan bisa memanjangkan umur kita.
Ada juga penelitian yang dilakukan oleh Stephanie Brown pada tahun berasal dari University. Penelitian tersebut melibatkan partisipan para manula, Penelitian tersebut menemukan bahwa manula yang gemar bersedekah memiliki resiko lebih kecil untuk meningggal dalam rentan 5 tahun berikutnya dibandingkan dengan manula yang tidak pernah bersedekah.
Mempuk jiwa dermawan juga diajarkan dalam manfaat zakat sebagai ibadah wajib dalam islam.
9. Memiliki tubuh lebih bugar
Hal itu di ungkap oleh James House dalam studinya ia menyimpulkan bahwa dengan membantu orang lain dengan sepenuh hati akan meningkatkan kebugaran tubuh dan meningkatkan angka harapan hidup.
10. Mendapat rasa bahagia
Dengan bersedekah akan menghadirkan perasaan bahagia. Hal itu di ungkap oleh Elozabeth Duun dalam risetnya, ia menemukan bahwa dengan membelanjakan harta di jalan kebaikan untuk membantu orang lain akan mendorong produksi hormon-hormon kebahagiaan di dalam otak kita.
Selain bersedekah, lakukan hal-hal yang disukai untuk mendapatkan kebahagiaan seperti pada :
11. Terhindar dari stress
Dalam bukunya, Allan Luks mengatakan bahwa dengan menolong orang lain akan meringankan rasa sakit kita sendiri, serta mengurangi stress. Dengan memberikan bantuan secara dengan rela akan meningkatkan produksi endrofin, hal itu baik untuk kesehatan jiwa kita. Penelitain yang dilakukan Allan Luks melibatkan 3000 sukarelawan, dan 90%-nya merasakan betul manfaat berbagi dengan orang lain.
12. Berlatih bersikap Adil
Studi di Belgia yang melibatkan 466 pelajar. Mereka ditanya tentang seberapa sering berbagi dengan orang lain dan kemudian di bandingkan dengan perilaku alturistik mereka. Hasilnya Charlotte De Backer yang memimpin penelitian tersebut mengatakan bahwa Mereka yang sering berbagi memiliki sikap adil, dan tidak berani mengambil hak orang lain.
Hal itu menunjukkan bahwa dengan manfaat sedekah, akan mengingatkan kita mengenai kewajiban kita sebagai makhluk sosial. Untuk bersikap adil kepada mereka yang membutuhkan dengan memberikan bantuan sosial.
13. Menurunkan tekanan darah
Hal ini akan sangat bermanfaat agar kita terhindar dari hipertensi atau tekanan darah tinggi. Studi yang dilakukan pada tahun 2006 menemukan bahwa orang yang suka menolong dan memiliki motivasi untuk berbagi kebahagiaan dengan orang lain akan membuatnya memiliki tekanan darah yang stabil.

Manfaat Sedekah Bagi yang Menerimanya

1. Meringankan beban biaya hidup
Tentu jika kita bersedekah maka akan memberikan daya tambahan kepada orang yang menerima bantuan kita. Dengan begitu beban masalah yang dimiliki akan berkurang. Hal ini menjadi perlu menjadi perhatian kita karena kita berada pada satu lingkungan sosial yang sama namun ada orang disekitar kita yang kurang beruntung dan perlu diangkat beban penderitaannya.
 2. Menumbuhkan sikap optimisme
Ketika kita memberikan bantuan kepada orang lain. Maka orang yang menerima tersebut akan muncul harapan baru. Kepedulian yang kita berikan akan menjadi semangat tersendiri bagi mereka untuk bisa menghadapi masalah dengan sikap optimis, karena kita membuat mereka sadar bahwa masih ada orang-orang dermawan bersama mereka untuk membantu meringankan beban hidup mereka.
Manfaat taat kepada Allah senantiasa akan membukakan jalan untuk membuat diri lebih baik dari sebelumnya.
3. Mencegah perbuatan yang munkar
Kemiskinan, kelaparan, apapun kondisi kekurangan yang dialami seseorang sangat rentan akan menimbulkan tindakan yang tercela. Ketidak berdayaan yang dialami membuat mereka berpikir jalan praktis untuk melakukan tindakan-tindakan yang menyimpang. Oleh karena itu, dengan membuat mereka tetap optimis menjalani hidup dengan bantuan dari kita, maka turut mencegah mereka dari berbuat tindakan menyimpang.
4. Menjaga keimanan terhadap Allah
Keimanan seseorang kadangkala juga luntur tatkala mereka diuji dengan kondisi kekurangan. Sebagian dari mereka akan mengeluh kepada Tuhan yang dianggapnya tidak adil. Hal itu justru akan berbahaya dan bisa menurunkan kadar keimanan mereka. Oleh karena itu manfaat sedekah kepada orang yang menerimanya, maka akan membantu menjaga keimanan mereka kepada Allah.

Manfaat Sedekah bagi Lingkungan sosial

1. Membangun budaya tolong menolong
Jika kita membiasakan diri untuk menolong orang lain yang membutuhkan, dan mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama. Jika ini dilakukan oleh banyak orang, maka akan muncul budaya saling tolong-menolong.
2. Menurunkan tingkat kriminalitas
Dampak berikutnya bagi kondisi sosial masyarakat kita adalah akan terhindari dari kejahatan-kejahatan yang dilakukan sebagian kalangan, yang dilandasi alasan ketidakmampuan sehingga menuntut mereka untuk berbuat kriminal. Oleh karena itu, dengan membudayakan manfaat sedekah akan mempengaruhi angka kriminalitas yang terjadi.
3. Mengatasi masalah kesenjangan sosial ekonomi
Dampak jangka panjang yang di dapat dari manfaat sedekah, dalam masyarakat kita adalah jarak antara si kaya dan si miskin yang tidak lagi terlalu senjang. Artinya kesenjangan ekonomi akan bisa di kurangi ketika kita membantu mengangkat kalangan bawah dan mendukungnya untuk bisa memperbaiki nasib ekonomi mereka.